Sabtu, 23 Juni 2018

Buka Bersama Ramadhan 2018

Pada Bulan Puasa Tahun ini alhamdulillah bisa mengadakan Buka bersama bersama anak anak di kampung kami. sungguh menyenangkan bisa berkumpul bersama mereka.
semoga bisa menambah silaturohmi dan dan manfaat.
acara ini adalah amanah dari Donatur Mbak Heni Bogor.
Sampai Ketemu Puasa Tahun Depan.




   



Rabu, 22 Juni 2016

KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Akhirussanah Paud Ori School 2016

KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Akhirussanah Paud Ori School 2016: Secara Terminologi  Akhirussanah adalah perayaan atau Acara yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran, atau bisa juga di sebut dengan ...

Akhirussanah Paud Ori School 2016

Secara Terminologi  Akhirussanah adalah perayaan atau Acara yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran, atau bisa juga di sebut dengan Good Ending.Istilah ini sangat akrab di kalangan Pesantren untuk menandai sebuah kelulusan sebuah pendidikan baik formal maupun Non Formal


Sudah hampir 6 tahun ini Paud Ori School dusun jojogan desa tracap meluluskan Anak anak didiknya. ini adalah tahun ke 6 dari sejak tahun 2010 Paud Ori Berdiri.
Tahun ini terasa Istimewa, Gembira dan haru menyelimuti sepanjang acara berlangsung.
hadir pula Kepala Desa  Tracap bpk Slamet Bejo yang ikut memberikan pesan dan kesan pada Wisuda Paud ini. dan hadir pula beberapa Tokoh Masyarakat dan mbah Kyai Dalail yang hadir pada acara ini.

semoga ini menjadi Sebuah awal dari Adik adik ini untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang berikutnya. Setiap anak mempunyai Potensi dan kemampuan yang berbeda beda, jelas tidak bisa di samakan. harapan kami semoga semua nantinya bisa menjadi Juara pada kehidupan dengan kemampuanya masing masing. karena itu yang terpenting.

Sekali lagi selamat ya adik adik yang manis, kami kakak kakak pengajar dan seluruh pengurus Paud Ori School selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian semua.

sukses selalu, bernyanyilah yang lantang, jangan pernah takut, Tinjulah Dunia dengan Kebaikan.



Terima kasih Juga kepada SBMI Wonosobo, Maizidah Salas, Kakak Ulfa, Kakak Retno, Kakak Muarifah, dan segenap Pengurus Paud Ori School.
juga Kepada kakak kakak di Orilens Immagini. 
Sukses dan Berbahagia selalu Buat Kalian Semua.


Red.
2016



Rabu, 16 September 2015

JUNKO


Hello semua! Nama saya Junko. Saya adalah mahasiswa S2 dari Oxford University, Inggris di jurusan perkembangan. Saya lagi penelitian tentang proses pemberangkatan untuk TKI ke luar negeri di desa Tracap, kecamatan Kaliwiro, kabupaten Wonosobo. Saya asli Hong Kong campuran dengan Jepang, tapi banyak orang bilang saya seperti orang Indonesia karena wajahku mirip dengan orang Indonesia! 



Waktu saya masih googling tentang isu-isu buruh migran, saya pernah nonton show Kick Andy di youtube tentang salah satu wanita hebat yang pernah menjadi korban trafficking. Ternyata wanita hebat itu adalah mbak Salas yang sekarang lagi ketua SBMI di Wonosobo. Itu alasan saya jauh-jauh dari Inggris sampai ke pusat SBMI di Wonosobo untuk riset satu bulan di kampung buruh migran.

Dulu, saya pernah penelitian di Kalimantan Barat untuk S1ku di University of Toronto, Kanada, sama mahasiswa UGM. Waktu itu, tempat risetku adalah di kampung yang tidak ada sinyal, listriknya sedikit dan harus mandi dan WC di sungai. Sebelum saya ke Wonosobo, saya sudah pamit sama keluarga dan teman-teman. “Maaf, aku gak ada sinyal di sana jadi selama bulan ini, gak bisa hubungi aku”. Saya sudah siap mental tapi setelah sampai ke desa Tracap, ternyata ada wifi dan air hangat di tempat mbak Salas! Saya cukup kaget. 

Banyak orang tanya saya, "kenapa kamu menarik tentang isu-isu buruh migran?” Itu karena di Hong Kong sekarang lagi banyak TKI yang kerja di sektor PRT. Setiap hari minggu, saya lihat mereka suka kumpul-kumpul di daerah Victoria Park. Waktu tahun 2013 ada juga kasus Erwiana yang menjadi kasus besar dalam masyarakat Hong Kong. Saya mulai heran, kenapa TKI di Hong Kong punya banyak masalah? Iya, saya fikir, kita bisa bilang itu karena majikan yang tidak baik. Tapi, tidak semua majkan begitu, ada yang baik juga. Fikiranku lanjut, mungkin ada masalah dalam proses dari awal? Itulah menjadi titik pangkal untuk penelitian ku. 

Setiap hari, orang-orang sini suka suruh saya makan dan nicip makanan khas Wonosobo. Itu buat saya susah untuk penelitian disini karena saya cuma makan dan tidur trus! Contoh… Pertama hari, saya sempat nicip cimplong sambil berdiskusi tentang SBMI dengan mbak Salas. Waktu malam, keluarga mbak Salas beli mie onglok dan sate buat saya. Mmm… Lezak kan? Enak sekali! Tapi saya harus mengaku, yang saya paling suka itu masakan mamanya mbak Salas. Ketika dia lagi di rumah, dia pasti lagi di belakang masak ikan bakar, ayam, tahu, tempe, sayur, jamur… Setelah satu bulan ini, mamaku pasti sudah tidak bisa mengenaliku karena saya sudah tambah gemuk! 



Selain menikmati makanan Indonesia, saya juga kesempatan wawancara sama berberapa mantan TKI dan sponsor di kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang. Saya juga pernah ke Wonosobo, wawancara sama staf dari Dinas Tenaga Kerja dan PJTKI. Kalau mbak Salas lagi ada acara di luar, dia pasti ajak saya ikut. Saya pernah ikut diskusi IMWU Belanda di perpustakaan Wonosobo tentang documentary mereka Dispereert Niet. Saya juga ikut ke Semarang untuk rapat BP3AKB dengan aktivis-aktivis dari Jawa Tengah. Mereka lagi sibuk nulis surat edaran ke guburnur Jawa Tengah. Setiap hari ketua SBMI Wonosobo sangat sibuk! 




Untuk yang fikir saya kerja trus tanpa istirahat, jangan khawatir. Saya pernah dibawa anggota SBMI di Wadaslintang, mbak Mun, main kemana-mana. Dia bawa saya main ke waduk dan lubang sewu. Kami juga naik perahu bersama-sama dengan suami dan anaknya. Habis itu, kami ke pemandian panas, mandi di pemandian nomor 2. Panas sekali! 


Waktu di desa Tracap, saya juga ikut upacara dan karnaval untuk hari merdeka Indonesia. Untuk karnaval, saya menjadi petani. Siapa tahu waktu itu, ternyata RT 11 yang saya ikut menang!  




Dengan hari-hari yang sangat penuh, waktu lewatnya cepat. Satu bulan rasa cuma sebentar, tapi masih bisa belajar banyak tentang proses pemberangkatan untuk TKI yang ke luar negeri. Ternyata yang di aturan dan teori sangat jauh dengan yang di lapangan. Misalnya padahal ada TKI yang lewat jalur resmi dan punya paspor, kebanyakan lewat calo untuk urus dokumen-dokumen. Ada yang usia atau alamatnya dipalsukan. 

Untuk thesisku, saya mau tanya kalau polis pemerintah untuk melindungi TKI oleh aturan dan dokumen, mereka akan bikin lebih banyak kesempatan untuk eksploitasi dan penipuan. 99% TKI memilih keputusan untuk pake calo karena mereka kurang tau bagaimana ikut peraturan dan bikin dokumen. Kalau pemerintah mau melindungi TKI, mungkin mereka harus mulai dari bawa, dari pendidikan TKI, biar mereka tahu sendiri bagaimana menjadi TKI mandiri. 

Terimakasih pada keluarga SBMI Wonosobo untuk satu buluan ini. Saya akan selalu ingat kenangan-kenanganku di kampung buruh migran. Sampai ketemu lagi, kawan. 

Add caption


Senin, 29 Juni 2015

Indahnya Berbuka

Puasa tahun 2015 ini, kami mengisinya dengan serangkaian acara religi, salah satunya dengan mengadakan acara buka bersama dengan Kementrian Luar Negri yang di wakili oleh mantan Kepala BNP2TKI Bapak Gatot Abdullah Mansyur. bertempat di Rumah makan SBP Kaliwiro wonosobo. acara ini di hadiri oleh anggota dan pengurus kelompok buruh migran dari 8 desa di 3 kecamatan , Kaliwiro, kalibawang dan wadaslintang.

Selesai berbuka dan sholat mahrib bersama, acara di lanjutkan dengan berdiskusi tentang perlindungan TKI luar negri yang di sampaikan oleh bapak Gatot dari Kemlu, Perwakilan Disnakertrans Wonosobo dan SBMI wonosobo.
70 an peserta yang hadir mengikuti acara dengan khusuk.


Pak yanto salah satu keluarga dari mantan TKI asal Kec. Kalibawang melaporkan ke pihak Kementrian Luar negri tentang anggota keluarganya yang sudah 10 tahun hilang kontak di Saudi Arabia. dan Kemlu berjanji akan membantu pencarian keluarga pak yanto tersebut.

Diskusi terus berjalan dengan berbagai arahan dan pertanyaan yang suarakan di forum.

semoga acara ini bisa berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan buruh migran.


Rabu, 08 April 2015

KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Honey, Aku di Puncak Dieng

KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Honey, Aku di Puncak Dieng: Honey, aku di puncak dieng adalah salah satu judul photo yang kita ambil pada saat Wonosobo Migrant Week Project 2015. Acara ini be...

Honey, Aku di Puncak Dieng

Honey, aku di puncak dieng adalah salah satu judul photo yang kita ambil pada saat Wonosobo Migrant Week Project 2015. Acara ini berlangsung dari tanggal 8 maret 2015 dan berahir tanggal 13 maret 2015.
ini adalah tahun kedua Li pho Chun United World College of Hongkong mengunjungi Kampung Buruh Migran Wonosobo.  Pada tahun 2014 yang lalu mereka membawa perwakilan dari 11 negara. dan pada Tahun 2015 ini ada perwakilan dari 20 negara yang bisa berkolaborasi dan bisa menikmati indahnya pemandangan wonosobo.

Photo di atas di ambil saat kami mengantar anak anak muda berprestasi ini menikmati indahnya Dataran Tinggi dieng, tepatnya di atas kawah si kidang.

Wonosobo Migrant Week Project 2015, adalah kolaborasi antara SBMI DPC Wonosobo dan Li pho Chun United World College of Hongkong dalam mengupas dan menggali lebih dalam permasalahan permasalahan buruh migran yang ada di indonesia Khususnya wonosobo. Mereka belajar dari kita, dan kita juga belajar dari mereka. di Hongkong para anak muda ini sering ketemu dan membikin kegiatan bersama dengan para tenaga kerja indonesia yang ada di sana. mereka sering mendengar banyaknya masalah yang menimpa para tenaga kerja kita.

Selain Belajar dengan anak anak TKI di kampung Buruh Migran. acara ini juga mengikutsertakan calon tenaga kerja yang sudah di penampungan PJTI wonosobo. para CTKI ini di berikan pembekalan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang yang di sampaikan oleh Shafia IOM jakarta.
materi itu di berikan dengan harapan para CTKI ini bisa terhindar dari kejahatan perdagangan orang.
sementara teman teman yang dari  Li Po Chun menyampaikan materi managemen keuangan.
dan Dari SBMI Wonosobo menyampaikan materi pentingnya berorganisasi yang di fasilitasi oleh Maizidah Salas.

Semoga Kegiatan semacam ini akan terus ada. agar cita cita mewujudkan buruh migran yang sejahtera, berdaya, berkarya dan bermartabat dapat segera kita capai.

Terima Kasih teman teman dari Guatemala, Norway, Garowe, PRC ,Timor Leste, Netherland, Bangladesh, Prancis, Hongkong, Canada, Filipina, Elsavador, Malaysia, Findlandia, Turkey, Maxico, Serbia, USA, UK,  kita tunggu kehadiranya di tahun 2016, dan saat itu akan kami persembahkan kepada kalian hal hal yang paling cantik dari wonosobo.

Red.


Jumat, 27 Maret 2015

Sosialisasi HIV/ AIDS

Tanggal 17 Februari 2015 bertempat di gedung PKD ( Pos kesehatan desa ) Tracap kaliwiro Wonosobo.
Serikat buruh Migran Indonesia DPC wonosobo Bekerja sama dengan dinas Kesehatan wonosobo mengadakan
sosialisasi HIV/ AIDS. acara ini di ikuti oleh pengurus dan seratusan orang anggota sbmi dpc wonosobo.
sosialisasi ini diadakan dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyebaran dan penularan HIV/ AIDS.

" HIV/AIDS bisa menular pada siapa saja, dari bayi sampai kakek ataupun nenek nenek . tapi penyakit ini bisa di cegah
jika kita mengetahui cara bagai mana mencegahnya. apa itu AIDS dan bagaimana mencegahnya harus kita sosialisasikan ke masyarakat umum, dengan harapan lewat sosialisasi ini kita bisa terhindar dari penyakit HIV/AIDS " Bidan desa Tracap Ibu Sri Sumarsih memberikan Keterangan.

Informasi dasar tentang IMS ( Infeksi Menular Sexsual ) harus di sosialisasikan pada mayarakat.
pengurus dan anggota sbmi wonosobo ini melakukan VCT (  Voluntary Counseling and Testing  ) adalah tes HIV yang dilakukan secara sukarela. Karena pada prinsipnya tes HIV tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. hasil dari tes ini akan di beritahukan secara rahasia kepada yang bersangkutan. Maizidah salas ( Ketua SBMI Wonosobo ) menegaskan.
Dia berharap semoga dengan tes dan sosialisasi ini masyarakat jadi tahu bahaya dan cara pencegahan HIV/AIDS .
jadi kita bisa melindungi keluarga kita dari penyebaran Penyakit HIV/AIDS, dan alhamdulillah dari hasil tes semua di nyatakan Negative.
Saras menutup Pembicaraan

Bagaimana HIV Menular :

1. Melalui Hubungan SEX tanpa menggunakan Kondom, sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan Vagina masuk kedalam tubuh pasanganya.

2. Dari seorang Ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui.

3.Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV, pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang di pakai bersama tanpa di setirilkan,terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik.

Bisa di Cegah Dengan :

1. Abstinence : Tidak berhubungan seks ( Selibat )
2. Be Faithful : Selalu setia pada pasangan
3. Condom     : Gunakan Kondom di setiap hubungan seks Beresiko
4. Drugs         : Jauhi Narkoba

Pengobatan HIV :


Pengobatan HIV dan AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis, Psikologis dan Aspek Sosial yang meliputi pengobatan supportive (dukungan), pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan antiretroviral.

ARV merupakan singkatan dari Antiretroviral, yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh. Bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif, maka kerusakan kekebalan tubuh dapat ditunda bertahun–tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS. Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat sehat melalui strategi penanggulangan AIDS yang memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan. 
 
Hingga saat ini, ARV masih merupakan cara paling efektif serta mampu menurunkan angka kematian dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang terinfeksi HIV sekaligus meningkatkan harapan masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sehingga pada saat ini HIV dan AIDS telah diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan seperti diabetes, asma atau darah tinggi dan tidak dianggap sebagai penyakit pembunuh yang menakutkan.
( Sumber : Komisi Penanggulan AIDS )

Red.
Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusu - See more at: http://www.aidsindonesia.or.id/contents/37/78/Info-HIV-dan-AIDS#sthash.WGO4z73O.dpuf
Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya - See more at: http://www.aidsindonesia.or.id/contents/37/78/Info-HIV-dan-AIDS#sthash.WGO4z73O.dpuf
Bagaimana HIV bisa ditularkan kepada orang lain?
  • Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya
  • Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui.
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun).
- See more at: http://www.aidsindonesia.or.id/contents/37/78/Info-HIV-dan-AIDS#sthash.WGO4z73O.dpuf

















Kamis, 13 November 2014

Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki.

      PARAHITA EKAPRAYA (APE). merupakan Penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan yang diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai telah berhasil dan berkontribusi nyata dalam mendukung penerapan dan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), Perlindungan Anak (PA) serta upaya pemenuhan hak anak.
       Kampung Buruh Migran Wonosobo, pada tanggal 13 November 2014. mendapat kunjungan sekaligus mendapat penilaian dari tim penilai Parahita  Ekapraya. di pilihnya kampung ini untuk mewakili kabupaten wonosobo, karena kampung ini memiliki kegiatan kegiatan yang mengacu pada perlindungan perempuan dan anak.

 " Mencerdaskan dan memberdayakan kaum perempuan disini sudah di lakukan sejak lama, Menurut maizidah Salas yang Akrab di sapa saras ini. saras adalah Ketua SBMI Wonosobo yang sekaligus pendiri kampung buruh migran wonosobo.

  " Para perempuan yang rata rata mantan buruh migran disini selalu aktif dalam berbagai kegiatan. mereka punya forum diskusi yang jadwalnya tiap bulan. di sini para perempuanya memberdayakan diri dengan membuka SIMPIN ( simpan pinjam ) berawal dari iuran tiap bulan, Alhamdulillah sekarang sudah bertambah besar ". Saras Menambahkan, bahwa kelompok simpan pinjam ini sudah berkembang di 3 kecamatan. Berawal dari 1 kelompok sekarang sudah menjadi 31 kelompok Simpan pinjam di beberapa desa.

       SBMI Wonosobo lewat kegiatan kampung buruh migran juga menyediakan sekolah Gratis bagi anak anak usia dini. rata rata yang bersekolah disini adalah  anak dari keluarga buruh migran.
dari senin sampai jumat mereka bisa bermain dan belajar gratis di Paud ORI School.

      Kami mengucapkan terima kasih pada Pemda Wonosobo karena sudah mempercayakan ini, Walaupun masih menjadi nominasi, tapi ini adalah kebanggan tersendiri bagi kami. dapat atau tidak, kampung buruh migran ini akan tetap ada dan berjalan sesuai dengan apa yang kami cita citakan, Menegakan Harga diri dan berjuang Membangun negri. 

" Saya dedikasikan ini untuk perjuangan kaum perempuan, kaum marjinal, kawan kawan buruh migran, anak anak yang di tinggalkan orang tuanya keluar negri, dan Wonosobo ku tersayang ".  Saras Mengahiri pembicaraan.


Turut hadir : Bapak Kades Tracap, Bapak Camat Kaliwiro, PP Wonosobo, Tim Juri Parahita Ekapraya, Ketua SBMI Wonosobo, BP3AKB Prop Jateng, Guru Paud Ori School, Sekdes desa Tracap.



Red. 
      

Rabu, 29 Oktober 2014

Reaksi Gubernur Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo saat mengunjungi stand pameran kampung buruh migran wonosobo di Museum Lawang Sewu Semarang. beliau sangat meng Apresiasi terhadap yang di lakukan para mantan buruh migran. banyak produk produk yang di hasilkan dari tangan para mantan buruh migran ini. beliau berharap usaha yang di lakukan ini terus berkembang dan bisa meng Inspirasi teman teman yang lain untuk melakukan hal yang sama.
 Terus Berkarya Buruh Migran. Semarang, 13 - 15 September 2014.

Senin, 04 Agustus 2014

Hand to Hand

Idul Fitri adalah hari yang paling membahagiakan setelah 1 bulan lamanya berpuasa.
Tradisi silaturohmi saat lebaran masih terjaga dengan kuat dan hikmat di tempat kami.
Saat Iduf Fitri (1 syawal ) yang muda berbondong bondong menuju Kasepuhan untuk mengucapkan syukur, doa dan permohonan maaf kepada yang lebih tua, Kami menyebutnya dengan sungkeman.

Mohon Maaf Lahir Batin.

Idul Fitri 2014.






Jumat, 30 Mei 2014

Ceria Kami Sepanjang Hari

Melihat anak anak ceria dan bergembira itu sungguh sangat membahagiakan. 

Setiap tahun menjelang kelulusan anak anak Paud Ori School desa Tracap Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo selalu mengagendakan untuk berwisata bersama.

                                                             30 anak anak beserta orang tua mereka, pada tanggal 15-05-2014 rekreasi bersama di wahana wisata sumber alam Kutoarjo.  Dengan menyewa 1 bus rombongan ini berangkat pada pagi hari sekitar pukul 08.00 wib. membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai  di tempat yang di tuju.sepanjang perjalanan riang gembira anak anak bernyanyi. Cuaca yang sangat cerah menambah keceriaan mereka. Bus melaju melewati jalan yang berkelok kelok, dikanan kiri pepohonan masih rimbun menghijau, malaikat malaikat kecil ini semakin kencang bernyanyi.

Sesampai di tempat tujuan  mereka langsung menyerbu arena permainan, ada ayunan, kereta, mandi bola  dan banyak mainan lagi tentunya. beberapa panitia juga sibuk mengurus pembayaran tiket bersama petugas loket. sedangkan anak anak sudah asyik bermain duluan.

" Ini sudah tahun ke 4 Paud Ori School mengadakan wisata bersama, kebersamaan ini selalu menjadi hal yang menyenangkan sebelum mereka lulus dan berpisah dengan kami."  Kata Ulfa yang merupakan salah satu pengajar di paud ini.

Paud Ori School Sebagian besar muridnya adalah anak anak buruh migran,  bahkan sebagian dari orang tua mereka masih aktif bekerja di luar negri.


Paud ini memang di dedikasikan untuk mencerdaskan anak anak buruh migran.

Ketua SBMI Wonosobo sekaligus pendiri Paud Ini  Maizidah salas (35),  Berharap dari paud ini akan tumbuh anak anak yang kreatif, cerdas dan mandiri.

Jumat, 14 Maret 2014

Menikmati Mie Ongklok Dan Ikan Bakar

Kampung Buruh Migran Wonosobo Menyajikan kuliner khas wonosobo yaitu mie ongklok. Campuran Mie dan kol yang di taburi kuah ebi hangat ini begitu terasa nikmat saat di santap sore hari sambil menikmati sate dan tempe kemul..
Beliau adalah Pak Sutar, ahli peracik kuliner mie ongklok di Kecamatan kaliwiro. bumbu racikannya
begitu sangat terasa.
Setiap tamu yang hadir di kampung Buruh Migran selalu Kami suguhkan Kuliner ini.



IKAN BAKAR SBP
Tak kalah juga Kuliner Nikmat yang satu ini.
Menikmati ikan bakar di atas kolam ikan adalah pengalaman yang luar biasa dari kuliner di tempat kami. 




Selasa, 04 Maret 2014

Senin, 24 Februari 2014

Migrant Worker Project Week



Kawasan kawah Si kidang Dieng Wonosobo




















                                                                                                     Komplek Candi Dieng Wonosobo












              Telaga Warna Gunung Dieng

 
                                       Bermain dan belajar bersama Keluarga Buruh Migran.


Diskusi Berbahasa Inggris

Minggu, 22 Desember 2013

 Diskusi Komunitas Tanggal 14 - 12 - 2013 Tentang Migrasi Aman Dan anti Perdagangan orang yang di ikuti oleh 50 kades  kecamatan Kaliwiro, Wadaslintang Dan Kalibawang.


Komunitas Buruh Migran Wonosobo juga hadir dalam diskusi Tersebut.

Diskusi Publik Tentang Migrasi Aman Dan anti perdagangan orang. Tanggal 15-12-2013 Bertempat di Lapangan Cebok Kaliwiro yang di hadiri 1000 undangan, menghadirkan Pembicara Nurul Qoiriah dari IOM  jakarta. Bpk Teguh Dari BNP2TKI, Bpk Iqbal Kementerian Luar Negri. Maizidah Salas Dari SBMI DPC Wonosobo. dan Di moderatori oleh Boby Alwy dari DPN SBMI jakarta.





Dimeriahkan Kesenian Tradisional
Ndolalak.












Rabu, 11 September 2013

GUMPUR.......GUMILANG SINGAPURRRRRRRRRRRR

Berawal dari Salah Seorang TKW yang setiap hari membantu majikanya di singapura membuat kue. Jajanan yang bernama Gumpur ( Gumilang Singapura ) ini tercipta. TKW asal wonosobo  tersebut pulang dan membuka usaha jajanan yang renyah dan gurih manis itu. SBMI Wonosobo beserta Anggota dan Para Wali Murid Paud Buruh Migran Ori School ber inisiatif Mengadakan Pelatihan Membikin kue Gempur tersebut. Bertempat di Sekolah Paud Buruh migran Ori School Mereka khusuk dalam pembuatan Gupur.
Kompak dan semangat para Matan TKW ini berlatih Membikin Kue Gumpur.


Kue gumpur Terbuat Dari adonan Tepung Terigu, Wijen Yang di sangrai, Tepung Kanji Untuk Pelumas. Di potong potong dan di goreng Membuat Gumpur ini benar benar terasa nikmat


Di olah Dengan Sepenuh hati. Tak kan berhenti sampai Gigitan terahir. GUMPUR.........GUMILANG SINGAPURRRRR.

Minggu, 07 Juli 2013

Bersama Pejuang Buruh Migran Taiwan


     Syukur Alhamdulillah ahirnya kami bertemu kembali dengan sosok perempuan tangguh,Pemberani, baik hati, ringan tangan, jujur tiada tara, dan sangat Indonesia walau beliau tinggal di negara Taiwan. Ibu MERY biasa kami dan teman teman buruh migran taiwan memanggilnya. perjuangan beliau dalam membantu buruh migran yang bermasalah di taiwan  sudah tidak di ragukan lagi. dulu beliau bekerja di HOPE WORKER CENTER Chungli Taiwan. tempat di mana buruh migran bermasalah di tampung dan di bantu menyelesaikan masalahnya. sepeserpun beliau tidak pernah memungut biaya dari teman teman Buruh migran. KeIklasan dan keberanianya sudah tersohor di kalangan pejabat dan kepolisian taiwan. buanyak sekali teman teman Indonesia yang di bantu olehnya. Pernah suatu hari kami menyaksikan beliau berantem dengan Agensi yang mencoba mengeruk keuntungan Dari Buruh Migran.Beliau merasa paling sakit jika ada buruh migran yang teraniyaya. Beruntung sekali Indonesia  memiliki sosok Ibu Mery ini.

    Seseorang yang sangat Peduli Di tengah banyaknya Penyelenggara Negara yang hanya mengeruk keuntungan demi memuaskan kepentingan Pribadi.
Setelah Beberapa lama Berhenti, Kini beliau siap beraksi lagi membela Buruh Migran di taiwan. 
Ibu Mery kini bergabung Dengan Serikat Buruh Migran Indonesia ( SBMI ) . Menjadi Pimpinan di Wilayah Taiwan. Jika ada Buruh Migran yang bermasalah, Silahkan Menghubungi beliau.

Trima Kasih Ibu Mery. Apa yang ibu ajarkan kepada kami dulu, benar benar bermanfaat bagi kami dan bagi buruh migran yang lain. Kami Rindu Dan Selalu Mencintaimu Ibu...............( *kampung buruh migran wonosobo )