Kamis, 10 November 2016
Rabu, 22 Juni 2016
KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Akhirussanah Paud Ori School 2016
KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Akhirussanah Paud Ori School 2016: Secara Terminologi Akhirussanah adalah perayaan atau Acara yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran, atau bisa juga di sebut dengan ...
Akhirussanah Paud Ori School 2016
Secara Terminologi Akhirussanah adalah perayaan atau Acara yang
dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran, atau bisa juga di sebut dengan
Good Ending.Istilah ini sangat akrab di kalangan Pesantren untuk
menandai sebuah kelulusan sebuah pendidikan baik formal maupun Non
FormalSudah hampir 6 tahun ini Paud Ori School dusun jojogan desa tracap meluluskan Anak anak didiknya. ini adalah tahun ke 6 dari sejak tahun 2010 Paud Ori Berdiri.
Tahun ini terasa Istimewa, Gembira dan haru menyelimuti sepanjang acara berlangsung.
hadir pula Kepala Desa Tracap bpk Slamet Bejo yang ikut memberikan pesan dan kesan pada Wisuda Paud ini. dan hadir pula beberapa Tokoh Masyarakat dan mbah Kyai Dalail yang hadir pada acara ini.
semoga ini menjadi Sebuah awal dari Adik adik ini untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang berikutnya. Setiap anak mempunyai Potensi dan kemampuan yang berbeda beda, jelas tidak bisa di samakan. harapan kami semoga semua nantinya bisa menjadi Juara pada kehidupan dengan kemampuanya masing masing. karena itu yang terpenting.
Sekali lagi selamat ya adik adik yang manis, kami kakak kakak pengajar dan seluruh pengurus Paud Ori School selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian semua.
sukses selalu, bernyanyilah yang lantang, jangan pernah takut, Tinjulah Dunia dengan Kebaikan.
Terima kasih Juga kepada SBMI Wonosobo, Maizidah Salas, Kakak Ulfa, Kakak Retno, Kakak Muarifah, dan segenap Pengurus Paud Ori School.
juga Kepada kakak kakak di Orilens Immagini.
Sukses dan Berbahagia selalu Buat Kalian Semua.
Red.
2016
Rabu, 16 September 2015
JUNKO
Hello semua! Nama saya Junko. Saya
adalah mahasiswa S2 dari Oxford University, Inggris di jurusan perkembangan.
Saya lagi penelitian tentang proses pemberangkatan untuk TKI ke luar negeri di
desa Tracap, kecamatan Kaliwiro, kabupaten Wonosobo. Saya asli Hong Kong
campuran dengan Jepang, tapi banyak orang bilang saya seperti orang Indonesia
karena wajahku mirip dengan orang Indonesia!
Waktu saya masih googling tentang
isu-isu buruh migran, saya pernah nonton show Kick Andy di youtube tentang
salah satu wanita hebat yang pernah menjadi korban trafficking. Ternyata wanita
hebat itu adalah mbak Salas yang sekarang lagi ketua SBMI di Wonosobo. Itu
alasan saya jauh-jauh dari Inggris sampai ke pusat SBMI di Wonosobo untuk riset
satu bulan di kampung buruh migran.
Dulu, saya pernah penelitian di
Kalimantan Barat untuk S1ku di University of Toronto, Kanada, sama mahasiswa
UGM. Waktu itu, tempat risetku adalah di kampung yang tidak ada sinyal,
listriknya sedikit dan harus mandi dan WC di sungai. Sebelum saya ke Wonosobo,
saya sudah pamit sama keluarga dan teman-teman. “Maaf, aku gak ada sinyal di
sana jadi selama bulan ini, gak bisa hubungi aku”. Saya sudah siap mental tapi
setelah sampai ke desa Tracap, ternyata ada wifi dan air hangat di tempat mbak
Salas! Saya cukup kaget.
Banyak orang tanya saya, "kenapa
kamu menarik tentang isu-isu buruh migran?” Itu karena di Hong Kong sekarang
lagi banyak TKI yang kerja di sektor PRT. Setiap hari minggu, saya lihat mereka
suka kumpul-kumpul di daerah Victoria Park. Waktu tahun 2013 ada juga kasus
Erwiana yang menjadi kasus besar dalam masyarakat Hong Kong. Saya mulai heran,
kenapa TKI di Hong Kong punya banyak masalah? Iya, saya fikir, kita bisa bilang
itu karena majikan yang tidak baik. Tapi, tidak semua majkan begitu, ada yang
baik juga. Fikiranku lanjut, mungkin ada masalah dalam proses dari awal? Itulah
menjadi titik pangkal untuk penelitian ku.
Setiap hari, orang-orang sini suka
suruh saya makan dan nicip makanan khas Wonosobo. Itu buat saya susah untuk
penelitian disini karena saya cuma makan dan tidur trus! Contoh… Pertama hari,
saya sempat nicip cimplong sambil berdiskusi tentang SBMI dengan mbak Salas.
Waktu malam, keluarga mbak Salas beli mie onglok dan sate buat saya. Mmm… Lezak
kan? Enak sekali! Tapi saya harus mengaku, yang saya paling suka itu masakan
mamanya mbak Salas. Ketika dia lagi di rumah, dia pasti lagi di belakang masak
ikan bakar, ayam, tahu, tempe, sayur, jamur… Setelah satu bulan ini, mamaku
pasti sudah tidak bisa mengenaliku karena saya sudah tambah gemuk!
Selain menikmati makanan Indonesia,
saya juga kesempatan wawancara sama berberapa mantan TKI dan sponsor di
kecamatan Kaliwiro dan Wadaslintang. Saya juga pernah ke Wonosobo, wawancara
sama staf dari Dinas Tenaga Kerja dan PJTKI. Kalau mbak Salas lagi ada acara di
luar, dia pasti ajak saya ikut. Saya pernah ikut diskusi IMWU Belanda di
perpustakaan Wonosobo tentang documentary mereka Dispereert Niet. Saya juga
ikut ke Semarang untuk rapat BP3AKB dengan aktivis-aktivis dari Jawa Tengah.
Mereka lagi sibuk nulis surat edaran ke guburnur Jawa Tengah. Setiap hari ketua
SBMI Wonosobo sangat sibuk!
Untuk yang fikir saya kerja trus
tanpa istirahat, jangan khawatir. Saya pernah dibawa anggota SBMI di
Wadaslintang, mbak Mun, main kemana-mana. Dia bawa saya main ke waduk dan
lubang sewu. Kami juga naik perahu bersama-sama dengan suami dan anaknya. Habis
itu, kami ke pemandian panas, mandi di pemandian nomor 2. Panas sekali!
Waktu
di desa Tracap, saya juga ikut upacara dan karnaval untuk hari merdeka
Indonesia. Untuk karnaval, saya menjadi petani. Siapa tahu waktu itu, ternyata
RT 11 yang saya ikut menang!
Dengan hari-hari yang sangat penuh,
waktu lewatnya cepat. Satu bulan rasa cuma sebentar, tapi masih bisa belajar
banyak tentang proses pemberangkatan untuk TKI yang ke luar negeri. Ternyata
yang di aturan dan teori sangat jauh dengan yang di lapangan. Misalnya padahal
ada TKI yang lewat jalur resmi dan punya paspor, kebanyakan lewat calo untuk
urus dokumen-dokumen. Ada yang usia atau alamatnya dipalsukan.
Untuk thesisku, saya mau tanya kalau
polis pemerintah untuk melindungi TKI oleh aturan dan dokumen, mereka akan
bikin lebih banyak kesempatan untuk eksploitasi dan penipuan. 99% TKI memilih
keputusan untuk pake calo karena mereka kurang tau bagaimana ikut peraturan dan
bikin dokumen. Kalau pemerintah mau melindungi TKI, mungkin mereka harus mulai
dari bawa, dari pendidikan TKI, biar mereka tahu sendiri bagaimana menjadi TKI
mandiri.
Terimakasih pada keluarga SBMI
Wonosobo untuk satu buluan ini. Saya akan selalu ingat kenangan-kenanganku di
kampung buruh migran. Sampai ketemu lagi, kawan.
| Add caption |
Senin, 29 Juni 2015
Indahnya Berbuka
Puasa tahun 2015 ini, kami mengisinya dengan serangkaian acara religi, salah satunya dengan mengadakan acara buka bersama dengan Kementrian Luar Negri yang di wakili oleh mantan Kepala BNP2TKI Bapak Gatot Abdullah Mansyur. bertempat di Rumah makan SBP Kaliwiro wonosobo. acara ini di hadiri oleh anggota dan pengurus kelompok buruh migran dari 8 desa di 3 kecamatan , Kaliwiro, kalibawang dan wadaslintang.
Selesai berbuka dan sholat mahrib bersama, acara di lanjutkan dengan berdiskusi tentang perlindungan TKI luar negri yang di sampaikan oleh bapak Gatot dari Kemlu, Perwakilan Disnakertrans Wonosobo dan SBMI wonosobo.
70 an peserta yang hadir mengikuti acara dengan khusuk.
Pak yanto salah satu keluarga dari mantan TKI asal Kec. Kalibawang melaporkan ke pihak Kementrian Luar negri tentang anggota keluarganya yang sudah 10 tahun hilang kontak di Saudi Arabia. dan Kemlu berjanji akan membantu pencarian keluarga pak yanto tersebut.
Diskusi terus berjalan dengan berbagai arahan dan pertanyaan yang suarakan di forum.
semoga acara ini bisa berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan buruh migran.
Selesai berbuka dan sholat mahrib bersama, acara di lanjutkan dengan berdiskusi tentang perlindungan TKI luar negri yang di sampaikan oleh bapak Gatot dari Kemlu, Perwakilan Disnakertrans Wonosobo dan SBMI wonosobo.
70 an peserta yang hadir mengikuti acara dengan khusuk.
Pak yanto salah satu keluarga dari mantan TKI asal Kec. Kalibawang melaporkan ke pihak Kementrian Luar negri tentang anggota keluarganya yang sudah 10 tahun hilang kontak di Saudi Arabia. dan Kemlu berjanji akan membantu pencarian keluarga pak yanto tersebut.
Diskusi terus berjalan dengan berbagai arahan dan pertanyaan yang suarakan di forum.
semoga acara ini bisa berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan buruh migran.
Rabu, 08 April 2015
KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Honey, Aku di Puncak Dieng
KAMPUNG BURUH MIGRAN WONOSOBO: Honey, Aku di Puncak Dieng: Honey, aku di puncak dieng adalah salah satu judul photo yang kita ambil pada saat Wonosobo Migrant Week Project 2015. Acara ini be...
Honey, Aku di Puncak Dieng
ini adalah tahun kedua Li pho Chun United World College of Hongkong mengunjungi Kampung Buruh Migran Wonosobo. Pada tahun 2014 yang lalu mereka membawa perwakilan dari 11 negara. dan pada Tahun 2015 ini ada perwakilan dari 20 negara yang bisa berkolaborasi dan bisa menikmati indahnya pemandangan wonosobo.
Photo di atas di ambil saat kami mengantar anak anak muda berprestasi ini menikmati indahnya Dataran Tinggi dieng, tepatnya di atas kawah si kidang.
Wonosobo Migrant Week Project 2015, adalah kolaborasi antara SBMI DPC Wonosobo dan Li pho Chun United World College of Hongkong dalam mengupas dan menggali lebih dalam permasalahan permasalahan buruh migran yang ada di indonesia Khususnya wonosobo. Mereka belajar dari kita, dan kita juga belajar dari mereka. di Hongkong para anak muda ini sering ketemu dan membikin kegiatan bersama dengan para tenaga kerja indonesia yang ada di sana. mereka sering mendengar banyaknya masalah yang menimpa para tenaga kerja kita.
Selain Belajar dengan anak anak TKI di kampung Buruh Migran. acara ini juga mengikutsertakan calon tenaga kerja yang sudah di penampungan PJTI wonosobo. para CTKI ini di berikan pembekalan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang yang di sampaikan oleh Shafia IOM jakarta.
materi itu di berikan dengan harapan para CTKI ini bisa terhindar dari kejahatan perdagangan orang.
sementara teman teman yang dari Li Po Chun menyampaikan materi managemen keuangan.
dan Dari SBMI Wonosobo menyampaikan materi pentingnya berorganisasi yang di fasilitasi oleh Maizidah Salas.
Semoga Kegiatan semacam ini akan terus ada. agar cita cita mewujudkan buruh migran yang sejahtera, berdaya, berkarya dan bermartabat dapat segera kita capai.
Terima Kasih teman teman dari Guatemala, Norway, Garowe, PRC ,Timor Leste, Netherland, Bangladesh, Prancis, Hongkong, Canada, Filipina, Elsavador, Malaysia, Findlandia, Turkey, Maxico, Serbia, USA, UK, kita tunggu kehadiranya di tahun 2016, dan saat itu akan kami persembahkan kepada kalian hal hal yang paling cantik dari wonosobo.
Red.
Langganan:
Postingan (Atom)











